Khidmat Sewa Kereta

Saturday, April 5

Rencah Guru Prasekolah

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera,

Hari ni saya beralih sikit topik dari yang bersifat akademik kepada santai. Sekadar satu perkongsian. Saya sering berjumpa ramai ibu bapa dan kadang perbualan mengenai anak - anak ini akan begitu mendalam bila mereka tahu saya mengajar prasekolah atau bahasa mudahnya tadika. Antara petikan dialog;


Puan X " kak di rumah memang ajar anak - anak kak. Memang sampai menangis lah. Kadang rasa tak boleh nak bayang macam mana cikgu pra boleh tahan dengan 25 orang budak - budak dalam satu kelas."

Saya " Biasa dah kak. Tapi kerja saya memang akan jadi lebih mudah kalau ibu bapa main peranan di rumah. Sebab bila masuk kelas, anak kak baru nak kenal ABC tapi ada kawan yang sudah boleh baca, ini sikit sebanyak boleh lemahkan semangat. Saya pun terpaksa asingkan mereka dan ajar ikut tahap kemampuan mereka. Kadang - kadang yang sampai yang pandai akan mengadu kebosanan dan yang lemah akan tercicir."


Encik Y " Sekarang ni boleh tahan ye budak - budak kan cikgu. Zaman saya dulu berani ke hendak mengadu dengan ibu bapa, dibelasahnya pula kita."

Saya " Betul la tu bang. Zaman sekarang dah tak sama macam dulu. Sekarang pula ada satu sikap dari ibu bapa yang suka mengadu terus dengan PPD atau JPN. Akhirnya masalah kecil yang boleh selesai di sekolah akan menjadi lebih besar. Lebih teruk lagi sampai masuk suratkhabar. Sudahnya masalah yang sebenar tak selesai tapi masalah lain pula timbul macam cikgu tak peduli murid, hubungan ibu bapa dengan guru renggang, guru bergaduh dengan pentadbir dan macam - macam. Tapi pada saya guru juga kena main peranan, budak zaman sekarang lain, ye lah dengan gajetnya, internetnya, kawan - kawan, guru kena pandai sesuaikan diri dengan zaman sekarang lah."


Cikgu B " Senangnya ajar budak pra. Pukul 1130 dah abis, ajar 25 orang budak - budak jer."

Saya senyum sambil dalam hati " Memang senang pun sebab pahala senang kekal sampai ke tua insyaAllah sebab saya ajar apa yang akan dia guna sampai mati. Kamu ajar dia guna sampai UPSR je. Tapi kena fikir logik, kenapa kita tengok keluarga yang ada 10 adik beradik pun dah dianggap besar, murid tadika 15-20 orang, murid sekolah rendah 30 - 40 orang, sekolah menengah 30-40 orang, di universiti boleh sampai satu dewan, mesti ada rasional. Ajar 25 orang budak 6 tahun terus dari jam 730 - 1130 bukan yang kamu nampak. Ajar budak ABC dan kira 1-10 bukan macam makan kacang. Pokoknya masing - masing ada pro dan kontra, apa kata kita hormat sesama kita, "


Sepanjang tempoh saya bergelar guru pra, saya sudah masak dengan karenah ibu bapa, rakan sejawat, dan masyarakt yang sering memandang rendah kepada guru pra. Namun saya juga selalu mendapat sokongan, bantuan dan dorongan dari yang lain. InsyaAllah saya akan terus mendidik anak bangsa.


Sekian.

1 comment:

Vidia said...

Salam blogger,

Halo halo..., kunjungan pertama niih.... Boleh perkenalkan diri dulu ya :D

Nama saya Vidia, penjual VCD pendidikan anak hehe. Produk yang saya jual adalah VCD pendidikan khusus untuk

produk PT. Kastari Sentra Media. Koleksi VCD dibagi menjadi beberapa kategori yakni: Seri Ibadah Anak, Seri

Pendidikan Awal, Seri Pendidikan Moral, Seri Pendidikan Karakter, Seri Pendidikan Anak, Seri Preschool.

VCD ini bisa banget buat hadiah ulang tahun anak, adik atau ponakan. Anak usia 2-5 tahun tentu senang melihat

animasinya. Jika Anda tertarik dan ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silakan berkunjung ke toko online saya.

Makasih ya...